Monthly Archives: January 2006

Selama petualangan saya dengan Ubuntu beberapa minggu ini, ada satu hal yang sangat mengganggu, YA MUSIC !!! -atau mp3 tepatnya-. Saya merupakan seseorang yang senang sekali menikmati musik saat sedang bekerja dengan komputer baik saat coding, baca e-book, browsing, dan kegiatan dengan komputer lainnya. Cukup banyak koleksi file mp3 yang sudah saya kumpulkan. Sewaktu beralih ke Ubuntu, otomatis semua koleksi file mp3 tersebut tidak dapat dijalankan dengan player default dari Ubuntu, ini semua karena adanya restricted format file dalam Ubuntu. Maksud dari restricted format ini adalah adanya masalah lisensi dan paten dalam pemakaian file tersebut, sehingga Ubuntu tidak mendukung format file tersebut. Tetapi untungnya solusi untuk permasalahan ini dapat dengan mudah ditemukan dalam website Ubuntu. Berikut saya ceritakan pengalaman saya untuk mengaktifkan dukungan Ubuntu akan file mp3. Read More »

  You scored as Mathematics. You should be a Math major! Like Pythagoras, you are analytical, rational, and when are always ready to tackle the problem head-on!

Mathematics
 
100%
Engineering
 
100%
English
 
92%
Biology
 
83%
Theater
 
75%
Philosophy
 
75%
Art
 
58%
Psychology
 
58%
Anthropology
 
58%
Sociology
 
50%
Linguistics
 
42%
Chemistry
 
42%
Journalism
 
33%
Dance
 
33%

What is your Perfect Major? (PLEASE RATE ME!!)
created with
QuizFarm.com

Akhirnya, setelah hampir kurang lebih 3 bulan menganggur di kamar kosan, CD Linux yang saya pesan dari website Ubuntu ini pun saya coba untuk install kembali di Notebook. Ketakutan ini bermula saat saya pertama kali mencoba menginstall Ubuntu. Waktu itu akibat sedikit kesalahan, komputer saya tidak dapat booting ke Win***$. Kaget sekali waktu itu karena banyak sekali data penting dari tugas kuliah sampai kerjaan kantor yang saya simpan disana. Tetapi untungnya hanya dengan memperbaiki MBR, saya dapat akses kembali ke data penting tersebut. Read More »

Tepat pukul 06:00 pagi hari seusai mandi pagi, saya berangkat ke masjid di sebelah rumah untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Di dalam masjid sudah berjubel orang-orang yang ingin mengikuti rangkaian acara di hari Qurban ini. Sejenak saya harus berdiri di sebelah pintu untuk mencari-cari shaf yang kosong.

Syukur tidak terlalu lama saya berdiri, sholat akan segera dimulai. Gema takbir yang sedari tadi bergema di bangunan masjid seketika sunyi. Ratusan jamaah mulai berdiri untuk menunaikan shalat Idul Adha. Saya pun tidak ketinggalan, merangsek ke depan untuk mencari sela-sela shaf yang kosong, dan syukur alhamdulillah ada juga ruang kosong untuk saya tempati. Kurang lebih 5 – 10 menit sholat dilakukan, setelah itu khatib naik ke mimbar untuk memberi khotbah hari raya. Saat itulah tidak terasa mata saya terasa berat -mengantuk-, jadi ingat bahwa semalam tidur saya tidak terlalu nyenyak. Setiap 1 jam sekali saya terbangun, dan sayup-sayup terdengar riuh-rendah suara orang-orang bertakbir di masjid.

Usai khutbah kurang lebih sudah pukul 07:00, saya pun bergegas bersiap untuk berangkat ke kantor. Ya benar, saya hari ini libur tetapi harus datang karena ditunjuk sebagai panitia penyembelihan hewan kurban (2 ekor Sapi dan 1 ekor Kambing). Untungnya dalam susunan kepanitian itu saya ditugaskan sebagai seksi dokumentasi, sehingga tidak harus bergelimang dengan darah :) dan bisa menyempatkan diri untuk nge-junk.

Hehehe, sempat ada kejadian lucu juga. Waktu mau menyembelih sapi, karena belum pengalaman untuk memosisikannya di tempat penyembelihan, sempat juga sapi tersebut kabur ke arah karyawan yang menonton dan alhasil semuanya pada bubar :) .

Tidak lupa, saya ucapkan selamat Idul Adha bagi umat muslim yang merayakannya.

Dua orang lelaki muda bergegas memindahkan perabotan mereka yang ada di lantai satu ke lantai dua rumah mereka. Entah apa yang membuat mereka terburu-buru melakukan hal tersebut tetapi yang pasti mereka melakukannya dengan hati gembira, terlihat senyum mengembang dari mulut mereka. Selesai memindahkan perabotan ke lantai dua, mereka mulai memakai perlengkapan renangnya. Lengkap dengan kacamata renang dan snorkel, mereka mulai berlari menuju jendela lantai dua. Tanpa aba-aba keduanya meloncat keluar dari jendela tersebut. Tidak disangka dan entah dari mana datangnya, air telah merendam daratan sampai setinggi lantai I rumah mereka. Itupun dialami oleh warga lain yang tinggal di sekitar rumah itu. Cerita ini ditutup dengan munculnya bapak-bapak dari dinas pemerintah daerah yang naik perahu karet bermotor sambil membawa megaphone. Sambil tersenyum, menyapa penduduk sambil melambai-lambaikan tangan, bapak-bapak tersebut berkata : “Bapak-bapak Ibu-ibu semuanya tenang, banjir telah datang … banjir telah datang …”

Itulah sekelumit penggalan cerita dalam sebuah iklan yang ditayangkan oleh media televisi di Indonesia. Entah apakah saya harus tertawa atau saya harus bersedih. Ironis memang, apabila banjir sudah dianggap hal yang wajar di negeri ini. Mungkin suatu saat nanti kejadian ini akan menjadi kisah nyata dalam kehidupan masyarakat di Indonesia apabila tidak ada keseriusan dan kesadaran oleh kita semua untuk menanggulagi masalah ini.

Masih seputar perda K3, menurut koran kompas pemberlakuan Perda K3 di Bandung masih simpang siur. Berikut petikannya:

“Perda K3 akan diberlakukan mulai November 2006. Soalnya perda ini kan disahkan pada November 2005 lalu. Jadi, selama ini sosialisasi terus. Tapi, bukan berarti tidak ada penertiban. Penertiban juga jalan terus,” ujar Dada Rosada kepada wartawan, Minggu (1/1) malam.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Priana Wirasaputra mengatakan, Perda K3 akan diberlakukan mulai bulan April 2006. Pasalnya, perda ini disahkan pada April 2005 lalu. ”Setiap perda butuh waktu setahun untuk sosialisasi,” kata Priana, Senin.

Jadi, kita tunggu saja tanggal mainnya.

Berawal dari membaca artikel di lifehacker, saya jadi tertarik untuk merubah penampilan desktop saya biar fresh. Hingga akhirnya seperti inilah tampilan desktop baru saya :

Beberapa hari yang lalu sempat dapat informasi dari internet bahwa ada peraturan daerah baru yang akan diterapkan di kota Bandung. Menurut informasi, Perda ini sendiri sedianya di sosialisasikan mulai bulan Juni 2005 yang lalu. Berarti sudah hampir 7 bulan berjalan, dan rencana untuk diberlakukan sepenuhnya mulai bulan April 2006. Berikut info lengkapnya :

Efektifkah …

Pertanyaan ini muncul seketika di benak saya -efektifkah sosialisasinya?-, karena sudah hampir 7 bulan sosialisasi tetapi masih banyak orang yang belum tahu Perda ini, saya sendiri baru diawal tahun 2006 ini mengetahuinya. Tetapi bagaimanapun, harapan saya dengan adanya perda ini Bandung bisa lebih baik lagi.

Tidak mudah memang untuk menerapkan budaya baru dalam dunia kerja. Apalagi apabila ada benturan kepentingan atau harus merubah kebiasaan orang. Begitu pula apabila ingin menerapkan teknologi baru, meskipun tujuan teknologi tersebut untuk membantu efektivitas kerja. Inilah yang terjadi di lingkungan kerja saya. Read More »

Entah tren apa yang terjadi, hampir di setiap perayaan tahun baru akhir-akhir ini stasiun televisi berlomba-lomba menyiarkan ramalan-ramalan. Menghadirkan orang-orang pintar untuk sekedar ingin tahu apa yang akan terjadi di tahun mendatang. Padahal teknologi sudah menyentuh hampir setiap sendi kehidupan manusia, tetapi tetap saja ada yang mempercayainya. Anehnya lagi yang berlomba-lomba menayangkan adalah stasiun-stasiun televisi yang komunitas didalamnya begitu dekat dengan teknologi. Apakah tujuannya sekedar untuk menambah rating pemirsa atau memang sepenuhnya memercayai isi ramalan-ramalan itu ? hanya mereka yang tahu. Ini merupakan kebiasaan buruk awal tahun baru. Read More »